,
06 Desember 2020 | dibaca: 101 Kali
Gagal Demo Di Pendopo Kabupaten, Demo di Lapangan Banjardawa Pun Jadi
noeh21
Pemalang, Skandal
Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (Gempar) dan Aliansi Pemuda & Mahasiswa Pemalang akhirnya melakukan demo terbatas di lapangan Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (5/12/2020) sore kemarin.
 
Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) M. Hamu Fauzi aksi demo tersebut menyoroti kinerja Pemerintah Kabupaten Pemalang dan anggota dewan. Ada beberapa hal kinerja Pemkab dan DPRD Kabupaten Pemalang yang menjadi sorotan mereka yaitu :
 
  1. Pemkab. Pemalang sama sekali tidak mencontohkan good goverment, akuntabilitas serta keterbukaan informasi publik tidak dicontohkan sampai saat ini, hal ini menimbulkan asumsi-asumsi bahwa Pemkab Pemalang ada niat jahat terhadap rakyat.
  2. Terkait dana penanganan Covid-19 Rp. 18,3 milyar yang bersumber dari APBD pun tidak ada kejelasan dialokasikan kemana saja, untuk tenaga medis berapa? Untuk rumah sakit-rumah sakit di daerah berapa? Untuk pengadaan alat rapid tes berapa ? Ketidak terbukaan tersebutlah yang membuat dugaan bahwa Pemkab Pemalang memiliki niat jahat terhadap rakyat terlihat semakin nyata.
  3. Kacaunya perencanaan dan pembangunan daerah.
  4. Buruknya pelayanan administrasi kependudukan.
  5. Sedangkan DPRD yang salah satunya memiliki fungsi pengawasan sampai detik ini kami katakan hanya "gimick (akting)" saja, hampir tidak ada pengawasan sama sekali yang dilakukan oleh DPRD terhadap kinerja Pemda yang juga ugal-ugalan.
  6. Apa hasil Investigasi DPRD mengenai dana BPNT yang disunat, siapa pelakunya, bagaimana akhimya? Investigasi pun menguap tidak ada juntrungnya, DPRD terkesan tengah pansos dan melakukan gimick politik agar dikira fungsi pengawasannya sudah dilakukan.
  7. 14 Kecamatan keracunan ikan tongkol BPNT, siapa pelakunya, apa hukumannya?
  8. Pemda & DPRD tidak hadir terhadap kepentingan pemuda dan mahasiswa, mereka malah membuat segregasi sosial, tradisi ningrat dari pembatu rakyat ini semakin menjadi-jadi sampai saat ini. Upaya-upaya untuk memparbaiki Indek Pembangunan Manusia (IPM) tidak pernah benar-benar dilakukan.
 
Usai melakukan orasi, kelompok mahasiswa dan pemuda yang jumlahnya terbatas, hanya sekitar kurang lebih 10 orang pun membubarkan diri. Perlu diketahui bahwa rencana awal aksi demo akan digelar di pendopo kabupaten sebagai mana yang disampaikan dalam keterangan pers pada Jum'at (4/12) sore.Namun karena sesuatu hal dan demi stabilitas Kabupaten Pemalang, akhirnya aksi demo digelar terbatas dan dilaksanakan di tempat lain.
 
Hal itu menurut H. Hamu Fauzi dan Karmudi, dilakukan setelah  mereka melakukan diskusi dengan pihak Polres Pemalang dan Kodim Pemalang.Karena telah ada kabar soal keberadaan kelompok lain yang juga akan melakukan aksi di pendopo kabupaten.
 
Karena itulah menurut Karmudi dari Aliansi Masyarakat Taman Timur (AMTT) yang turut dalam aksi tersebut, agar tidak terjadi benturan maka setelah diskusi dengan pihak Polres dan Kodim Pemalang akhirnya aksi demo di pendopo dibatalkan dan digelar dengan demo terbatas dan hanya membacakan orasi.
 
"Berdasarkan kami berkoordinasi dengan Kapolree dan Dandim Pemalang bahwa acara ini kita pending dan masa yang akan menuju ke pendopo juga kita batalkan karena untuk menjaga stabilitas keamanan karena menjelang Pilkada, karena pandemi Covid-19 yang ternyata di Kabupaten Pemalang kasus yang terpapar corona meningkat bahkan tingkat jumlah kematian karena virus itu juga meningkat, karena itulah kami bersama Polres dan Kodim Pemalang memutuskan untuk konferensi pers saja," kata Karmudi kepada wartawan.
(Red-Fahroji)
Berita Terkait
Berita Lainnya