,
17 Maret 2018 | dibaca: 62 Kali
Aktivis KAHMI: KPK itu Lembaga Penegak Hukum atau Infotainment
noeh21
Geisz Chalifah, aktivis KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam).
Skandal-Jakarta
Pernyataan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan beberapa kepala daerah bisa ditetapkan sebagai tersangka, mendapat kritikan dari Geisz Chalifah, aktivis KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam). Menurutnya, KPK tidak seharusnya membuat pernyataan di publik seperti itu.
 
Geisz menganalogikan pernyataan KPK seperti seorang artis ternama bicara di TV, dia akan menikah tapi nama calon pendampingnya masih disembunyikan. Pernyataan artis tersebut membuat masyarakat penasaran dan bertanya-tanya siapa kira-kira calon pendamping artis tersebut.
 
Sama halnya ketika komisioner KPK bicara akan ada calon kepala daerah yang jadi tersangka, lalu masyarakat bertanya-tanya siapa kira-kira calon kepala daerah yang akan menjadi tersangka. "Kalau seperti itu caranya, KPK itu penegak hukum atau infotaiment? Komunikasi ke publik itu harus jelas dan lugas jangan main-main," tegasnya.
 
Saat TabloidSkandal.com menanyakan apakah KPK sudah masuk ke ranah politik, dirinya mengatakan bahwa KPK memberi clue lalu banyak orang berspekulasi, di tengah situasi jelang pilkada seperti ini pernyataan KPK sangat tidak kondusif.
 
“kalau benar ada calon kepala daerah akan jadi tersangka langsung umumkan, jangan memberi ruang masyarakat berspekulasi. Dengan pernyataan seperti itu KPK seolah memberi ruang untuk adanya lobby politik.” Pungkasnya [TS]
 
Berita Terkait
Berita Lainnya