,
07 Desember 2017 | dibaca: 209 Kali
Ade Nurul, Antara Dangdut dan Politisi Perempuan
noeh21
LAMA tak muncul di panggung musik, pedangdut Ade Nurul diam-diam rupanya sedang menyusun rencana  meluncurkan album terbaru, di  2018  mendatang. Perempuan alumnus studi pasca sarjana (S-2) jurusan Ilmu Administrasi Publik di Universitas Padjajaran tahun 2015 lalu ini, mengaku ingin melampiaskan kekangenannya di ranah musik Indonesia setelah sekian tahun tak pernah lagi disentuhnya.
 


"Aku sudah rencana, pokoknya tahun depan album baruku harus terealisasi. Bagaimanapun, aku ini orang seni. Meski sudah memasuki jalur politik dan organisasi, tapi sebagai seorang seniman, berkarya itu sudah menjadi panggilan hati," kata Ade, pelantun tembang dangdut berjudul Dahsyat, yang ditemui di Jakarta, Rabu (6/12).
 
Soal aktivitasnya sebaga politisi perempuan saat ini,  Ade Nurul yang juga jebolan kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) ini  merupakan kader  partai politik  Hanura, yang kini dipimpin Oesman Sapta Odang. Tak tanggung-tanggung, kiprahnya di ranah politik, ditandai  jabatannya   sebagai salah satu Wakil Sekjen Partai Hanura. 
 
Bukan itu saja. Lewat bekal pendidikan S-2 nya itu,  beberapa tahun ini,  Ade juga mendapat kepercayaan menjadi staf ahli anggota DPR-RI. "Ya, sekarang ini,  karena setiap hari kerja di DPR Senayan, maka  kegiatan di musik jadi berkurang.  Malah hampir nggak pernah show lagi," ujar pemilik nama asli Ilmi Nurul Huda ini.
 
Karena rutinitasnya berkantor di Senayan itu,  membuatnya rindu dengan  musik dangdut,  yang sebelumnya ia tekuni. "Tapi aku bersyukur, teman-teman di musik juga memberiku kepercayaan untuk duduk dalam kepengurusan Jakarta Raya sebagai Bendahara. Dengan begitu, aspirasiku dalam bidang seni, khususnya musik, masih bisa tersalurkan," kata Ade.
 
Sebagai pengurus organisasi PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia), Ade berharap dapat memberikan kontribusi untuk industri musik Indonesia yang saat ini tengah dicecar berbagai cobaan yang tak kunjung berakhir, mulai dari permasalahan royalti hingga pembajakan
 
"Melalui organisasi ini, aku berharap bisa ikut berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang selama ini menghadang,”  ujarnya. Maklumlah,  sebagai artis penyanyi, dia  akan lebih concern dengan isu-isu  kesenjangan dan kesejahteraan para artis penyanyi saat ini.
 
Pada saat pengukuhan Ketua PAPPRI Jakarta Raya, beberapa waktu lalu, Ketua Harian PAPPRI, Anang Hermansyah sempat mengemukakan rencana membuat CD dengan harga murah. "Saya setuju banget dengan project itu. Saya pikir, ini bisa menyelesaikan masalah pembajakan yang ada selama ini, disamping meramaikan dan menghidupkan kembali gairah berkarya para penyanyi juga musisi," pungkasr Ade. (Gals)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya