Tutup Menu

Aneh, Banyak Proyek Infastruktur Tapi Perdagangan Semen Lambat

Selasa, 01 Maret 2022 | Dilihat: 96 Kali
Proyek pemerintah lima tahun belakangan banyak, tapi pertumbuhan volume penjualan semen di Indonesia sangat rendah (foto istimewa)
    
Pelapor : Ajie Jahrudin  
Sumber : DPR RI
 
MAKASSAR –Tabloidskandal.com ll Proyek infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, dan lain-lain banyak dikerjakan oleh pemerintah pusat dan daerah, yang sejatinya membutuhkan semen. Tapi kenapa PT Semen Indonesia Group (persero) tbk atau SGI susah untuk menaikkan target pemasaran dan penjualannya.

Demikian dikatakan anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun terkait pertumbuhan volume penjualan  SIG sangat rendah, yaitu sebesar 2,5 persen year-on-year (yoy). Padahal banyak proyek pembangunan infrastruktur negara yang memerlukan penggunaan material semen.

Hal ini disampaikannya usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dengan Eselon 1 Kementerian Investasi / BKPM, Eselon 1 Kementerian BUMN, Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk, Dirut PT Kawasan Industri Makassar (Persero), Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta Dirut PT Semen Tonasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022).  

Rudi menyarankan untuk mendorong SIG agar bisa melakukan pendekatan dengan Kementrian terkait untuk mendapatkan peluang proyek infrastruktur negara sehingga ada peningkatan penjualan semen SIG.
 
“Dipaparkan oleh direkturnya, tahun lalu (volume penjualan) hanya bisa mencapai 2,5 persen di targetnya, jadi sangat rendah kalau saya lihat. Kepada direkturnya saya sampaikan (bahwa mereka) tidak maksimal berkerja, dan harusnya punya inisiatif melobi atau melalui Kementrian, membuat MOU atau minta penugasan untuk mendistribusikan semen ke proyek infrastruktur negara, kan begitu seharusnya,” tegasnya.
 
Lebih lanjut, politisi Partai NasDem ini juga menyoroti permasalahan oversupply/ kelebihan pasokan kapasitas produksi semen PT Semen Indonesia Group sekitar 50 juta ton per tahun berdasarkan pemaparan direksinya. Rudi menilai SIG sendiri kurang memiliki inovasi maupun strategi untuk dapat memasarkan produk semennya yang berakibat oversupply tersebut. 
 
Oversupply itu kan akibat dia (SIG) tidak bisa memasarkan, tidak ada ide, dan inisiatif dari direktur marketingnya, mereka tidak punya inovasi, tidak punya banyak cabang pemasaran. Seperti tadi proyek infrastruktur negara begitu banyaknya kenapa (semen SIG) tidak di-supply kesitu, kenapa tidak di-lobby, itu yang kita tanyakan tadi,” pungkas legislator dapil Sumatera Utara III tersebut.
 
Diakhir, Rudi meminta PT Semen Indonesia Group agar dapat menghasilkan keuntungan atau laba serta pajak yang maksimal sehingga masyarakat dapat menikmatinya dalam bentuk pembangunan infrastruktur negara. “Kita minta atas nama wakil rakyat yang utama bagaimana PT Semen Indonesia ini memberikan deviden yang maksimal dan juga pajak yang maksimal kepada negara, karena rakyat dan negara butuh itu untuk pembangunan kembali ke rakyat tadi dalam bentuk infrastruktur,” tutupnya. (nvl/sf/*)

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com