Tutup Menu

Gugat di PTUN, Rismauli Minta Dikembalikan Sebagai Kepala SMA 1 

Selasa, 21 Juli 2020 | Dilihat: 983 Kali
    

Medan,Skandal         

Dalam sidang gugatan Rismauli Hutabarat MPd di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Senin (20/7). Marimon Nainggolan SH MH mengatakan, kliennya minta direhabilitasi dan dikembalikan ke posisi semula, minimal dengan jabatan serupa sesuai janji yang diberikan.

“Tetapi, gugatan berdasarkan bahwa SK yang diberikan pada klien kami, tidak tepat dan tidak memiliki landasan hukum yang kuat,” ucapnya di Law Office ‘Nainggolan & Partner’s” Jalan Setiabudi Simp Pasar Tanjungsari Medan.

Dalam gugatan No 96/G/2020/PTUN-Mdn itu, lanjutnya, menguji apakah SK pencopotan itu sesuai dengan peraturan karena dasar yang dipakai adalah aduan dari noname pada pimpinan penggugat. Itu sebabnya, katanya, banyak hal yang janggal dan harus didudukkan sebagaimana mestinya.

Sebagaimana diberitakan, Rismauli Hutabarat dicopot dari Kepala SMAN 1 Salapian pada 2019.  saat itu menerima SK, guru yang mengkatkan kualitas pembelajaran itu dijanjikan ragam hal terkait keberatannya dicopot. “Itulah sebabnya kenapa klien kami tidak langsung menggugat ke PTUN,” tambah Marimon Nainggolan kepada awak media.

Pencopotan tertuang pada surat bernomor 800/3845/Subbag Umum/IV/2019 tertanggal 29 April 2019 tentang pembebasannya dari jabatan dimaksud. “Kami meminta pada hakim untuk pembatalan SK dimaksud dan mengembalikan klien kami sesuai posisi semula. Minimal menempatkan ke jabatan yagn setara sebagai prioritas,” tambah penasihat hukum tersebut.

Terpisah, Rismauli Hutabarat mengatakan, pihaknya selama menjadi pimpinan menekankan pencapaian kualitas berdasar parameter kemajuan kualitatif. “Kurun 5 tahun menjabat Kepsek SMAN 1 Salapian maju sedemikian rupa. Satu hal nyata, ketika awal ditanganinya hanya 16 rombongan belajar di tahun 2015/2016 namun sejak tahun 2016-2019 berkembang 21 rombongan belajar. Bahakn sekolah yang dipimpinnya meningkat akreditasi dari B menjadi A hingga menjadi sekolah unggul di Langkat, Sumatra Utara.

Dasar ucapannya dikuatkan dengan penilaian tim dari Disdik Sumatera Utara di mana selama kepemimpinannya mendapat nilai sempurna. Selain itu, Rismauli Hutabarat mengatakan, ia minta nama baiknya direhabilitasi karena semala ini merasa tercemar. Alasannya, tuduhan yang ditimpakan kepadanya tidak pernah dikonfirmasi dan pribadinya tidak pernah diberi hak menjawab, apalagi membela diri.

“Sidang dilanjutkan 27 Juli dengan agenda jawaban tergugat,” urai Marimon Nainggolan. 
                                               
Kabiro Sumut:Ansary Nst

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com