,
14 Februari 2018 | dibaca: 35 Kali
Software Atasi Banjir Jakarta
noeh21
Software Atasi Banjir

Sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, DKI Jakarta punya segudang problematika. Paling urgen dan klasik adalah banjir di  musim hujan 


Banyak faktor yang penyebab terjadinya banjir, antara lain  penumpukan sampah di kali, juga maraknya pembangunan infrastruktur yang tidak di tata untuk  pengendalian banjir.

David Darmawan, selaku tokoh muda Betawi menilai agar jangan salah kaprah, ada beberapa penyebab Jakarta sering di landa banjir 

Salah satunya, kata David  Darmawan yang juga penggagas Gerbang Budaya Betawi  B@nkIT
akibat perubahan iklim,  dikenal Iklim Ekstrem.

Berikutnya, 40  persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan air laut , dampak risiko peningkatan muka air laut (hingga 500 mm) per tahun.

"Kemudian dengan faktor hujan yang ekstrem , seperti saat banjir 2014 tahun silam  lebih sering terjadi.
Ombak tinggi
Artinya selisih maksimum antara air pasang dan surut adalah lebih dari 1 meter. 
Ombak pasang yang bertepatan dengan musim hujan dapat menembus tanggul laut dan menyebabkan banjir ekstrem (seperti tahun 2007 ketika setengah dari wilayah Jakarta terendam banjir," tuturnya.

Lalu, limpasan air dari Bogor
perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi kebun, atau rumah pribadi yang dibangun secara ilegal. 

Semua itu menyebabkan  limpasan hujan tidak terserap ke dalam tanah, sehingga air mengalir langsung ke hilir. 

Logikanya banyak rumah berarti lebih sedikit tanah yang dapat menyerap air, sehingga limpasan air mengalir lebih cepat dari hilir ke hulu dan akhirnya menyebabkan banjir Jakarta.

Menurut David, perlu di ingat keberadaan waduk dan danau berperan vital dalam pencegahan banjir Jakarta. Apalagi di  musim hujan seperti saat ini ,berguna sebagai resapan dan untuk musim kemarau berfungsi untuk penyimpanan air.

Tapi sekarang waduk itu telah di rubah menjadi pemukiman perumahan elite ,departemen store serta centra bisnis lainya .
Di jabodetabek ada 800 Waduk dan danau pada zaman Belanda.

"Tapi sekarang hanya ada 200 waduk dan danau yang tersisa," ungkapnya. Contoh di Kabupaten Bogor Jawa Barat ,95 DAM, Kota Bogor ,6 waduk, Kota Depok sebanyak 20 DAM, di
Kabupaten Tangerang ada 37 DAM, dengan 8 waduk. 

"Sementara di Kabupaten Bekasi ada 14 waduk, dan Kota Bekasi 4 waduk, juga DKI Jakarta memiliki 16 DAM" urai David Darmawan di Sekertariat Gerbang Budaya Betawi ,Eks Makodim 05  Jatinegara Jakarta Timur.

Sayangnya sekarang  80 persen waduk  dalam kondisi rusak, dangkal, atau telah di sulap menjadi area perumahan dan Apartemen, Mall dan pemukiman lainya .

"Kemudian sampah yang menumpuk tercatat sampah. Jakarta yang di hasilkan sebanyak 7 ribu ton per hari sehingga menjadi salah satu penyebab banjir Jakarta," 
tambah David Darmawan.

Menurut dia,  wilyah Jakarta dahulu sebagian besar Rawa. Sekarang rawa itu kering dan disulap jadi pemukiman , supermaket dan tidak disediakan serapan air. 

David Darmawan memberikan solusi mengatasi banjir jakarta dengan meluncurkan Software untuk solusi mengatasi banjir sangat pantas dan bisa andalkan untuk memvisualisasikan dalam mengolola dan ancaman banjir.

"Dan Software ini sedang kembangkan  Socentix.com dengan  rekan rekan  Cyberspace, bersama Betawi b@nkIT, Gerbang Betawi Channel Betawi ,di harabkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi banjir Jakarta," tuturnya.

David menyebut software  itu dalah hasil
kreasi anak bangsa,  sebagai bentuk sumbangsih untuk tanah kelahiranya Jakarta pungkasnya  (An)
Berita Terkait
Berita Lainnya