,
11 Februari 2018 | dibaca: 260 Kali
Asal Tidak Ada Acara Mendadak
Sekjen IMO: Secara Lisan, Pak Wir sudah Oke
noeh21
DPP IMO-Indonesia diterima Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono
Jakarrta. Skandal.             
 
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI  (Pur) H Wiranto, rencananya akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia yang diadakan 13-15 Februari 2019 di Hotel Puri Sharon, Badung Bali.                 
 
"Pak Wiranto akan hadir di hari kedua Rakernas. Mudah-mudahan tidak ada agenda mendadak di Jakarta", ujar Wakil Ketua Umum IMO-Indonesia, Dr. Suherman Sadji, ketika dikonfirmasi Skandal.
 
Dr. Suherman yang juga Rektor Universitas Atthariyah ini mengaku memperoleh kepastian tersebut dari staf khusus Menko Polkam, Indra Yusuf.
 
“Iya, tadi waktu saya tanya pak Indra, beliau mengiyakan Pak Wiranto akan hadir di Rakernas IMO hari kedua,” tambahnya lagi.                   
 
Menurut Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia, Nasir Umar, dengan dijadualkannya kehadiran Menko Polhukam, Rakernas yang pertama kali dilaksanakan ini akan lebih “membuming” bahwa IMO sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.
 
“Jadi, terasa gebyar Rakernas ini,” jelas Nasir, menyebutkan beberapa agenda, seperti menyempurnakan AD ART, menyusun program kerja dan sebagainya.
 
 “IMO  telah di deklarasikan 27 Oktober tahun lalu,” ujar Nasir, yang juga Pemred Mapikor, seraya menyebut deklarasi itu dihadiri Prof DR Bahrullah Akbar ( Wakil Ketua BPK RI), sebagai keynote speaker, Kapuspen Depdagri serta Kominfo.
 
Sebagai badan perkumpulan, IMO-Indonesia telah memiliki legalitas, tertuang dalam   akta No 49 Notaris H Jainudin SH dan Keputusan Menkumham no.AHU 0016686, AH 0107 tahun 2017.   
 
Nasir mencerikan latar belakang IMO yang digagas oleh beberapa pengurus Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) yang memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan dan perkembangan media massa, khususnya media online.
 
“Sayangnya, informasi yang disajikan media online, ada kalanya  kebablasan, punya dampak negatif, khususnya terkoyaknya kebhinekaan yang merupakan jati diri bangsa. Sehingga menimbulkan keprihatinan berbagai pihak,” tutur Nyong Ambon ini antusias.
 
Keprihatinan ini yang akhirnya melahirkan gagasan membuat wadah media online, sekaligus mengembalikan jati diri Pers Indonesia yang bebas dan bertanggungjawab.
 
Sebagai “induk semang”,  IMO-Indonesia akan membantu para anggotanya, seperti proses pembuatan legalitas sesuai standar yang ditetapkan Dewan Pers, memberikan pelatihan baik dari sisi managemen maupun pemberitaan sesuai kaidah-kaidah jurnalistik.
 
Dengan begitu, diharapkan anggota IMO-Indonesia mengelola media online menjadi profesional dan survival dalam era global yang kompetitif. 
 
“Ke depan, IMO-Indonesia menjadi mitra pemerintah dalam menjaga empat pilar, tanpa menampikan fungsinya sebagai alat kontrol,” tuturnya.
 
Karena itu, tambahnya, keberadaan Menko Polhukam dalam Rakernas nanti, diharapkan dapat memberikan pencerahan dan wawasan kebangsaaan, khususnya menjaga empat pilar tanpa mengucilkan peran kontrol pers.
 
“Jadi, IMO-Indonesia tetap menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol, sehingga pembangunan tepat sasaran,” ujarnya bersemangat.
 
Sementara itu, Jefri Karangan Wakil Ketua IMO bidang organisasi jang juga panitia daerah Rakernas mengungkapkan  Rakernas akan diikuti 30 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IMO seluruh Indonesia.
 
Saat ini, kata Jefri yang Pemred online MCW itu, anggota IMO sudah makin berkembang  "Ketika deklarasi tercatat 350 anggota, namun saat ini telah berkembang menjadi 534 anggota" tandasnya.                         
 
Pada Rakernas juga akan  ditayangkan triller film Jurnalis Serumpun Sebalai Produksi Victory News (IMO Babel )  (Lian Lubis)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya