,
05 Agustus 2019 | dibaca: 451 Kali
Preman di Jalur Binjai-Besitang, Tantangan Berat Abdul Kamal 
noeh21

Banda Aceh, Skandal  
                          
Abdul Kamal ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aceh 1 dan Sumut 2, Balai Tehnik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Sumatera Bagian Utara (Subangut) agaknya harus siap pasang badan memberantas premanisme.

Pasalnya, Kamal yang resmi ditunjuk sejak Senin (2/8/19) mengganti pejabat sebelumnya, selain membawahi wilayah kerja Lhoksemawe-Bireun-Banda Aceh, juga membawahi wilayah kerja Binjai-Besitang yang pekerjaannya sudah rampung 95 persen.




Namun, banyak sumber menyebutkan, kawasan teritorialnya yang baru itu, sarangnya para preman. Sebagai gambaran, sumber yang tidak mau disebutkan jati dirinya, menyebut banyak Penrol (pengait) yang hilang.

Akibatnya, pembangunan rel yang nyaris rampung - sekitar 95 persen, terpaksa molor, alias belum bisa difungsikan.

"Inilah Medan. Apa saja bisa jadi hepeng," jelas warga yang mengaku bermarga Siregar itu. Sumber yakin ulah itu bukan dari warga sekitar.

Bahkan, bukan hanya Penrol yang dicuri, kerikil dan properti kereta juga turut digasak. Akibatnya, Stasiun Tanjung Selamat hingga Gebang Penambat belum bisa difungsikan. 

Selain itu, beberapa peralatan penting berharga ratusan juta, juga turut lenyap, sehingga harus diganti yang baru. 
                      
Dari hasil inspeksi dua pekan lalu, PPK sebelumnya Ari Hendratno membenarkan info warga tadi. Selain harus membenahi Penrol, krikil dan properti lainnya yang hilang,  PPK juga sedang menunggu wesel  baru yang kini sampai di Pelabuhan Belawan ditambah remodelling desain di Binjai.     
                   
"Bukan hanya preman, PR (pekerjaan rumah) lainn  Abdul Kamal harus berbenah,  karena lintas Binjai-Besitang direncanakan akan dioperasikan bulan ini.

"Saya yakin, semua bisa diatasi oleh Abdul Kamal yang ditunjuk oleh Pak Rudi Damanik membenahi semua itu," ujar sumber berbisik mengacungkan jempol buat Abdul Kamal. (Rudi/Stevi/Nasrun)
Berita Terkait
Berita Lainnya