,
23 Mei 2018 | dibaca: 138 Kali
Panwaslu Kabupaten Kuningan Buka Lowongan Pengawas TPS
noeh21
Ondin

Kuningan, Skandal

Menjelang Pilkada 2018, Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten  Kuningan membuka lowongan (perekrutan) pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kabupaten Kuningan melalui Panwaslu Kecamatan (Panwascam) se -Kabupaten Kuningan. Jawa Barat.  

Sesuai dengan data, tenaga  yang dibutuhkan sebanyak 2005 orang pengawas se-Kabupaten Kuningan  untuk  menghadapi Pilkada 2018. Lowongan dibuka mulai pada tanggal 21 hingga 27 Mei mendatang. 

Lowongan tenaga pengawas TPS tersebut diumumkan atau dapat dilihat di Kantor Kelurahan/Desa, kecuali sebuah desa yang hanya ada satu TPS.

"Adapun kriteria sebagai Pengawas TPS yakni WNI,  tidak terlibat partai politik selama 5 tahun, tidak pernah dipidana selama 5 tahun,  sehat jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba serta syarat administratif minimal tamatan SLTA sederajat. Sedang umur minimal 25 tahun, "ujar Ondin Sutarman SIP, selaku Koordinator Divisi Organisasi dan SDM di Panwaslu Kabupaten Kuningan   Selasa (22/5/2018).

Menurut dia,  pendaftaran dilakukan langsung melalui Panwaslu Kecamatan. Alasannya,  sesuai  pedoman perekrutan yang berkewajiban merekrut, membuat SK, serta melantik adalah kewenangan Panwascam.

"Sedangkan Panwaslu Kabupaten Wajib melakukan supervisi ke Kecamatan," tambah Ondin.

Sedangkan saat proses perekrutan berlangsung,  lanjut Ondin,  Panwascam harus melapor ke Panwaslu Kabupaten untuk dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Jabar.

"Makanya, Panwaslu Kuningan mengimbau kepada putra putri se Kab.Kuningan yang telah memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai Pengawas TPS," pinta Ondin.

Dia menjelaskan  pengawas TPS dibentuk 23 hari sebelum tahapan pungut hitung (penghitungan suara) dan berakhir 7 hari sesudah hari pemungutan suara di TPS. 

Ondin menjelaskan, salah satu tugas Pengawas TPS adalah mengawasi tahapan dalam proses pungut hitung di TPS.
"Juga  mengawasi terjadinya kecurangan pada hari pemungutan, mengawasi Daftar Pemilih yang diundang, termasuk juga pengawasan terhadap politik uang pada hari tenang maupun dihari pencoblosan," tutur Ondin.(ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya