,
28 Januari 2018 | dibaca: 532 Kali
Gaduh Partai Berkarya Karena "Disusupi Kader Sebelah"
noeh21
Kepengurusan DPW Berkarya Jateng
Skandal Jawa Tengah

Kegaduhan di Partai Berkarya DPW Jawa Tengah sepanjang proses verifikasi dipicu adanya kader yang menjadi provokator.

Anton Sugiman, Wakil Ketua Tim peyelamat DPW Partai Berkarya Jawa Tengah, mengungkapkan kegaduhan dimulai adanya kader-kader dari partai lain yang disusupkan ke Partai Berkarya.

“Penyusupan  itu dimulai dari DPD Berkarya Pati, hingga ke DPW Berkarya Jawa Tengah,” ungkap Anton saat rapat koordinasi jajaran DPW dan DPD Partai Berkaya seluruh Jawa Tengah, di Wisata Pemandian Air Hangat Limut Gonohajo, Boja.

Anton membeber kegaduhan berawal saat pencalonan Bupati Pati, Harianto-Arifin melawan “kotok kosong”, Juli 2017 lalu. Pasangan incumbent sekaligus pasangan tunggal dalam perhelatan Pilkada itu,  didukung oleh tim sukses yang bernama Hario.

“Sementara Ketua DPW Jateng dan pengurusnya menduung “kotak kosong”, ungkap Anton. Akibatnya  terjadi gesekan antar pendukung Harianto-Arifin dan kotak kosong.

“Meski pencalonan dimenangkan bupati incumbent terpilih,  faktanya pendukung Bupati terpilih Kabupaten Pati masih menyimpan dendam kesumat untuk menjegal karir politik Slamet Warsito yang saat ini menjadi Ketua DPW Partai Berkarya,” beber Anton panjang lebar.

Bahkan, Awang Dodik Setiawan, tim penyelamat partai Berkarya DPW Jateng menuding  Ha dan Ans yang membuat ketidakpercayaan dan menghambat jalannya roda organisasi partai. Keduanya jadi provokator sehingga internal partai jadi gaduh.

Salah satunya, Awang menyebut menggelapkan gaji karyawan ITE, terendus diduga melakukan kudeta terhadap Ketua DPW Jateng.

“Paling parah memprovokasi DPD-DPD, di antaranya DPD Purworejo yang digawangi Miko cs, DPD Rembang, Jepara, Semarang,” tambahnya. Akibatnya, tambah Dodi, DPD Rembang dan Jepara punya catatan merah.

Sementara, Harini Setyowati pengurus DPW Jawa Tengah yang pernah terpental dari kepengurusan DPW Jawa Tengah mengakui  selama ini merasa dipinggirkan. “Itu semua pengaruh  busuk dari Ans,” ungkapnya.

Untungnya, Ketua DPW Jawa Tengah  Slamet Warsito   tidak percaya kepada Ans, yang langsung memecat dirinya  dengan tidak hormat.

“Sekarang jabatan Plt. Sekjen DPW digantikan oleh Ir. David  Suryanto.” ujar Harini Setyowati.

Yuda Anggara mengimbau kepada seluruh kader partai agar tetap fokus pada verifikasi faktual untuk di DPD masing-masing,.
“Tidak usah memikirkan t kegaduhan yang selama ini dipertentangkan untuk menjatuhkan posisi Ketua DPW,” ujar Yuda, yang akan  berdiri di garda depan menjaga keselamatan DPW Jawa Tengah.

Ir. HM Slamet Warsito ST, M.Re disela-sela rapat koordinasi DPD-DPD Jawa Tengah mengajak semua  pihak berpikir cerdas,  tidak usah lagi merespon hal-hal yang tidak penting. “Mari perpecahan  kita sudahi. Kita duduk bersama, fokus pada verifikasi faktual sehingga Partai Berkarya lolos menjadi partai peserta pemilu tahun 2019,” papar Slamet Warsito.

Khusus  DPD-DPD yang belum TMS, Slamet meminta bekerja lebih keras lagi agar secepatnya menjadi MS. “Polemik kegaduhan dan provokasi sudah ada tim khusus yang menangani.” terang Slamet Warsito.

Ketua umum DPP Partai Berkarya, Neneng A. Tuti SH, saat dikonfirmasi media ini  akan secepatnya memanggil para Ketua DPD yang belum MS.
“Itu jadi tanggungjawab mereka.Semua Ketua DPD harus bekerja bersungguh-sungguh agar partai kita sebagai  peserta pemilu 2019. Buang jauh pikiran jelek.

Kita mulai berpikir ke depan demi masa depan kita.” jelas Neneng usai acara rapat di Limut Boja belum lama ini

Sementara Ans, saat dihubungi via selular mengaku sedang perjalanan menuju Jakarta. “Maaf belum bisa ketemu. Nanti kita cal-calan lagi ya mas,” ujar Ans via handphonenya pada Skandal. (Tim)
Berita Terkait
Berita Lainnya