,
22 Februari 2018 | dibaca: 34 Kali
Deklarasi GNMBN akan Dihadiri oleh Menko Polhukam
noeh21


Jakarta, IMO Indonesia.                 

Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan Wiranto menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat [DPP] Ikhwanul Muballighin di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (21/2/2018). Pertemuan tersebut untuk mengundang Menko Polhukam dalam Deklarasi Gerakan Nasional Mubaliq Bela Negara.

Dikatakan Arief P Moekiyat, rencananya acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 25 Februari ini, namun karena harus disesuaikan maka di tunda hingga pertengahan bulan Maret mendatang. “Karena ingin menyesuaikan agenda Bapak Presiden kemungkinan acara ini akan dilaksanakan sekitar pertengahan Maret. Karena diharapkan kegiatan ini akan di buka oleh Bapak Presiden,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam itu.

Arief mengungkapkan, Menko Polhukam menyatakan akan siap menghadiri acara tersebut. Karena menurutnya Gerakan Nasional Mubaliq Bela Negara [GNMBN] ini sejalan dengan pemerintah,”Ini sesuatu yang sangat positif karena memang dirasakan sebagaian besar masyarakat ini masih kurang memiliki  rasa cinta terhadap negerinya. Sehingga ada rasa ketidak pedulian menonjolkan kepentingan kelompok daripada kepentingan yang lebih besar,”katanya.

Oleh karena itu tugas pemerintah membuat kondisi menjadi lebih baik. Sehingga rencana deklarasi ini disambut dengan senang karena mendapat amunisi dan tenaga dari mitra-mitra yang mendukung pemerintah dan membuat Indonesia menjadi Negara yang aman dan sejahtera. “

"Pak Menko tadi mengatakan siap datang dan akan memberikan pembekalan dan sekaligus juga melantik. Karena Pak Menko percaya DPP Ikhwanul Muballighin ini adalah tokoh-tokoh agama yang akan mampu menyiarkan agama Islam yang Rahmatan Lil`alamin dalam suasana kesejukan dan membuat mereka agar tidak terkena pengaruh-pengaruh paham radikal,”papar Arief.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Ikhwanul Muballighin KH. Mujib Khudlori mengatakan dalam acara ini pihaknya akan menekankan bahwa dakwah harus mengedepankan cara-cara persuasif serta kesatuan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

"Kami ini meminimalkan teman-teman yang radikal, artinya yang tidak mau kompromi dengan NKRI,” pungkasnya. (Ist)

 
Berita Terkait
Berita Lainnya