Tutup Menu

BERMODAL IMINGAN PROPOSAL, SANGADJI DISINYALIR SEDOT SEJUMLAH UANG HASIL PENIPUAN

Minggu, 30 Mei 2021 | Dilihat: 1614 Kali
    
Tual, Tabloidskabdal.com
Sangat disayangkan perlakuan dari segelincir orang yang menyedot sejumlah uang warga dengan bermodus penipuan.

Maraknya aksi penipuan ini kerap kali terjadi dan belum juga diketahui masyarakat luas sehingga telah menyebar ke beberapa daerah di Indonesia.

Mirisnya, aksi tak terpuji ini lantaran ingin mendapatkan keuntungan semata dengan cara tidak benar alias berbohong belaka sebagaimana yang dilakukan wanita 38 tahun ini.

"Ada 1 perempuan dia suka tipu masyarakat dengan iming proposal, suka minta imbalan di semua masyarakat yang berikan proposal tersebut," tutur Korban lewar pesan Whatsapp yang diterima Media ini pada Malam Minggu, 29/5/2021.

Diketahui wanita separu baya kelahiran Sanana, 25-11-1983 ini adalah salah satu penduduk Desa Dofa Kecamatan Mangoli Bahat Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara

Sesuai i-KTP, Pelaku bernama Era Murniarsi Sangadji, penganut agama Islam yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Lantas telah banyak menipu, satu dari ribuan korban angkat bicara.

"Hati-hati dengan perempuan ini yang namanya tertera di KTP tersebut. Perempuan yang bernama Era Murniasi Sangaji ini telah menipu beberapa Negri mulai dari Sulawesi, Buteng sampai ke Maluku Tengah di antaranya Desa Saleman," ujar Moh. Tuasikal

Menurut pengakuan Tuasikal, perempuan ini berjalan dengan alasan proposal untuk membujuk masyarakat agar mendapat bantuan. Beberapa bantuan yang ditawarkan pelaku diantaranya bantuan mandiri, Speed Boot dengan jumlah dana besar yang nilainya bisa mencapai miliyaran rupiah. 

Dari proposal tersebutlah perempuan ini meminta uang kepeda masyarakat dan ternyata dia seorang penipu.

"Dia katakan kalau dia bekerja di Lembaga Kementrian BI dan bos besarnya adalah Tomi soharto. Untuk itu saya ingin katakan kepada semua masyarakat yang bembaca beritaku ini hendaknya berhati-hati dengan perempuan yang bernama Era Murniasi Sangaji agar masyarakat tidak tertipu atau jadi korban lagi." pinta Tuasikal mengingatkan.

"KTPnya itu PNS, tapi ternyata perempuan tersebut bukan PNS" tambahnya membenarkan fakta pilu dialaminya.
Danny

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com