,
10 November 2019 | dibaca: 458 Kali
Wan Azimah, Srikandi Star Minta Konflik Wakil Bupati dan Ketua TBUPP Cepat Selesai
noeh21


Batubara, Skandal

Ketua Srikandi Tangguh "STAR" mengharapkan Bupati Batu Bara dapat menyelesaikan permasalahan Wakil Bupati dan Ketua TBUPP

"Kami sebagai kaum muda batu bara berharap para pemimpin kami bisa secepatnya menyelesaikan polemik ini agar situasi pemerintahan bisa berjalan dengan baik," ujar Wan Azimah saat dikomfirmasi wartawan  di one coffe Minggu,( 10/11/2019). 

Dia berharap konflik tersebut jangan dipertontonkan ke publik. Terlebih hal hal yang kurang mendidik, apabila ini terus menerus maka kepercayaan  pemuda terhadap kepemimpin batu bara akan hilang.

"Jangan salahkan kami kalau kami akan turun ke jalanan untuk mengugat pemerintahan agar cepat menyalesaikan permasalah itu, terkhusus kepada Bupati  Ir H Zahir M, ap. Yang kami anggap seorang yang bijaksana pasti mampu menyelesaikan permasalahan ini," tuturnya 

Menurutnya, ibarat apel dalam sebuah keranjang bila terdapat 1 ( satu ) yang busuk, maka jangan buang sama keranjangnya. Namun campakan apel yang busuk itu.

Sehubungan adanya pemberitaan media online tertanggal, 7 November 2019 memberitakan Tak Ada Kinerja, Oky Akan Makjulkan Syaiful Syafri Dari Ketua TBUPP. 

Sebelumnya, Oky menyetujui kehadiran Tim Bapati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP), namun akhirnya ia angkat suara atas kegelisahannya. 

Setelah itu, kegelisahannya dijabarkannya lewat salah satu media online, yaitu, menjelang satu tahun kepemimpinannnya bersama Bupati Zahir, bahwa Ketua TBUPP masih bingung dan tak tau kerja. Pernyataan itu disampaikan Oky usai pembukaan acara Kejuaraan Sepak Bola Piala Bupati U-17 Batu Bara yang diselenggarakan oleh Disporapar Komplek PT. Inalum, Rabu (6/11/2019). 

Lebih tajamnya lagi, Oky mengungkapkan banyak Kepala Dinas dan para PNS di Batu Bara lebih takut kepada TBUPP, Syaiful Syafri dibandingkan dengan Sekda Batu Bara, Sakti Alam Siregar.

Padahal, kata Oky, Sekda memiliki kewenangan dalam melakukan pertimbangan terkait jabatan karir dan promosi jabatan PNS, pengawasan internal, perencanaan hingga soal penganggaran. 

Terkait hal itu, "Ketua TBUPP, Syaiful Syafri tak lebih sebagai pembantu Bupati yang bekerja dibawah koordinasi Sekda" tambahnya.

Kemudian, Oky mendapat kan informasi bahwa dibalik terbentuknya TBUP, diduga ada agenda tersembunyi dalam hal pengangkatan dan pencopotan jabatan PNS di Dinas-dinas Kabupaten Batu Bara. 

Menjelang satu tahun kepemimpinannys dengan Bupati, belum terlihat adanya kinerja Ketua TBUPP. "Selain mengangkat jabatan dan menonjobkan jabatan para PNS, apa lagi mengajak Invesotor agar bisa berinvestasi di Batu Bara," tuding Oky. 

Ketua TBUPP Batu Bara terkait statemen Oky di media online, mengatakan, tak Ada Kinerja, Oky Akan Makjulkan Syaiful Syafri Dari Ketua TBUPP.

Ketika wartawan mengkonfirmasi secara langsung kepada Ketua Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Batu Bara Syaiful Syafri setelah usai Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhalas Jl. Perintis Kemerdekaan Lima Puluh Kota, Jumat, (8/11/2019), ia mengatakan, "Ucapan Oky tak perlu ditanggapi, ucapannya sudah saya maafkan, untuk itu dia perlu banyak belajar lagi" pungkas Ketua TBUPP. 

Menurut salah satu Tokoh Pemuda Pemekaran Kabupaten Batu Bara, Yusriadi S. Pane, terkait persoalan di atas, hendaknya Bupati harus mendudukkan persoalan tersebut dan memanggil Oky Syaiful agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Karena hal itu dapat berdampak merugikan rakyat batu bara. 

"Bila mana kepercayaan publik sudah runtuh maka yakin lah, roda  pemerintahan batu bara tidak akan berjalan normal", ucapnya.

Yusriadi juga mendorong, agar DPRD perlu campur tangan, dalam mengurai persoalan antara Oky Syaiful. Apa bila persoalan itu tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini, ia mengkuatirkan akan muncul gejolak di masyarakat. Bila ini betul-betu terjadi, maka kita berharap kepada DPRD menggunakan hak dan wewenang nya untuk melakukan hak nya yaitu Hak Interplasi, Angket, dan Menyatakan Pendapat menjurus kepada  pemerintahan hari ini, disebabkan dianggap "gagal" kata Yusriadi S. Pane ketika memberikan tanggapannya kepada wartawan di Lima Puluh. ( Rahmat Hidayat)
Berita Terkait
Berita Lainnya