Tutup Menu

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Nikel dan Bendungan Ladongi Sultra

Selasa, 28 Desember 2021 | Dilihat: 141 Kali
Sembari Dayung Perahu, Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Ladongi (foto istimewa)
    
Pelapor: Risnawati
Editor   : H. Sinano Esha

Kolaka Timur –Tabloidskandal.com ll Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa (28-12-2021), meresmikan proyek Bendungan Ladongi senilai Rp. 1,2 triliun yang terletak di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tidak seperti biasanya, kali ini peresmian Bendungan Ladongi dilakukan Presiden Jokowi di atas Perahu Naga. Pasca acara tersebut, akan berlanjut dengan agenda festival Perahu Naga dengan melibatkan warga dab atlit dayung nasional.

Bersama sejumlah menteri dan pejabat di jajaran Pemprov Sultra, presiden mendayung perahu.

“Tanpa air tidak mungkin kita bisa mencapai ketahanan pangan yang baik, berdaulat pangan yang baik, dan kemandirian pangan yang baik,” papar presiden seusai peresmian.

Dia juga berharap bendungan tersebut dijadikan destinasi wisata, khususnya wisata air. “Waduk ini juga bisa dipakai sebagai tempat wisata, dan menjadi tanggung jawab kabupaten maupun provinsi untuk pengembangannya,” kata Jokowi.

Pada bagian lain presiden mengingatkan, kehairan Bendungan Ladongi dapat memenuhi kebutuhan air bagi pertanian. Dengan luas sekitar 222 hektar, dan kapasitas air mencapai 45,9 juta meter kubik, tentunya dapat mengairi persawahan milik masyarakat Kabupaten Kolaka Timur dan sekitarnya.

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Prumahan Rakyat (PUPR), bendungan yang dibangun mulai 2016 hinga 2021 memiliki debit air bakunya sekitar 120 liter per-detik, mereduksu banjir sekitaran 176,6 meter kubik per-detik, serta potensi listrik mencapai 1,3 megawat.

Pabrik Nikel

Sebelumnya, Senin (27-12-2021), masih di Provinsi Sultra, presiden meresmikan pabrik smelter nikel milik PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang berada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Kawasan industri senilai Rp 47 triliun dan menampung sekitar 16.515 tenaga kerja, sebagaimana data Direktorat Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, periode Juni 2021.

Menurut Ilham Q Moehiddin, Juru Bicara (Jubir) Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH, pembangunan smelter milik PT. VDNI merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Dijelaskan, pabrik pemurnian nikel yang diresmikan Presiden Joko Widodo itu mampu memproduksi feronikel dengan kapasitas 1.800.000 ton per tahun.

Pada saat peresmian pabrik tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pabrik pemurnian nikel itu bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan industri dalam negeri.

“Saya berharap, dengan diresmikannya smelter bisa memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata presiden.

Ditambahkan  Jokowi, saat ini pemerintah tengah mengkaji aturan untuk menghentikan ekspor bahan mentah nikel. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Indonesia harus membuat pabrik pemurnian nikel atau smelter.

“Di akhir tahun depan, tidak akan ada lagi ekspor bahan mentah nikel. Mau tidak mau, pengusaha harus membangun pabrik pemurnian nikel di Indonesia,” ujar presiden.

Pihak perusahaan yang membangun pabrik pemurnian nikel di Indonesia, kata Jokowi, pemerintah akan mengapresiasinya. Dan presiden pun memprediksi, untuk tahun ini ekspor stainlles Indonesia meningkat 20,8 milyar USDollar.
.
“Saya berharap kepada pemerintah daerah, khususnya para kepala daerah, menjaga Iklim investasi di daerahnya masing-masing. Bila tidak kondusif, tidak akan ada investor yang masuk menanamkan modalnya di negara kita,” Presiden Jokowi mengingatkan.


 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com