,
05 Agustus 2019 | dibaca: 1944 Kali
Paimin Digusur dari Grup Makelar Jarum Super
noeh21
Paimin


Skandal Pati

Gunjingan masyarakat terhadap makelar tanah Jarum Super kian ramai. Terlebih adanya Polorogo yang dilakukan oknum aparat desa.

Kini, rumpian masyarakat merembet agar kasus Polorogo dibawa ke ranah hukum.

"Itu tidak bisa dibiarkan," tandas warga yang mengikuti seputar pembelian tanah Jarum Super, terutama di Dukuh Kaliampo, Desa Wangunrejo Margorejo, Pati, tempat terjadinya Polorogo yang dilakukan oknum Wakil Ketua BPD Desa Wangunrejo, Sis. Dia mengaku sebagai   suruhan Kepala Desa Wangunrejo.

Di sisi lain, ada perangkat desa yang mengaku Paimin. Dia membeber asal usul Jarum Super membeli tanah warga secara massal.

Bahkan, Paimin mengaku di singkirkan dari kelompok makelar tanah.

"Saya tidak digabungkan dalam grup broker, menyusul adanya informasi dari Aris dan perempuan bernama Langen," ungkapnya. 

Menurut staf pemerintah Desa Wangunrejo itu, asal mula pembelian tanah secara massal dengan melibatkan belasan penjual.

"Begini asal mulanya. Ketika itu saya di temui oleh makelarnya Jarum Super meminta menunjukkan batas batas tanah warga antara batas Kudus dan Pati. Setelah saya ukur semua batas batasnya,kemudian terjadi proses jual beli antara Jarum dan penjual tanah. Lalu  saya di singkirkan," ujar Paimin sambil tersenyum saat tim media ini melakukan konfirmasi.

Menurut bapak dua anak ini, setelah pembayaran dengan para penjual tanah, aturan mainnya dia tidak tahu lagi. "Bagaimana prosesnya saya juga tidak  tahu lagi," ujarnya dengan ramah.

Saat ditanya siapa yang mengelola lahan paling banyak, dia menyebut Kepala Desa. Dia sendiri, meski sebagai Bayan, harus dan wajib menyewa lahan itu dengan kepala desa ANK dan Sis

"Dua-duanya sama sama tidak punya hak di atas lahan itu. Saya akan pertimbangkan pembayaran sewanya,"  tegas Paimin.

Saat di tanya siapa tangan kanan Jarum Super..? Dia menyebut Pangat, tapi tidak diketahui rumahnya secara persis.

"Saya sempat usulkan kepada pangat agar tanah segitu luas ada kepedulian garapan terhadap kegiatan pemuda ataupun acara kegiatan desa seperti sedekah bumi ataupun lainya," tuturnya.

Dia mencontohkan seperti  ada stempel kuning di atas meja,  proposal bantuan kegiatan desa yang tak pernah di respon, kecuali usaha warga sendiri mencari sumber dana untuk  kegiatan desa.
 
Dua tiga kali tim investigasi media ini melakukan konfirmasi di rumah kediaman Wakil Ketua BPD Desa Wangurejo di Jalan Raya Kudus Pati, atau tepatnya dari arah Pati sebelah timur jembatan, persisnya timur rumah Ketua RT 5  Jumadi, seorang
 tetangga yang masih sibuk membesuk saudaranya yang sakit di Semarang.
(Tim)
Berita Terkait
Berita Lainnya