,
25 Februari 2018 | dibaca: 28 Kali
Jelang Pilkada, Warganet Harus Pintar Filter Konten
noeh21
Palembang, Skandal

Pilkada serentak 2018 sudah dekat. Biasanya, di musim Pilkada atau sejenisnya, dunia maya akan 'banjir' konten-konten hoaks atau palsu yang berindikasi persuasif hingga berunsur kebencian dari pihak tidak bertanggung jawab. 

Plt Bupati Musi Banyuasin mengatakan, isu dan konten di media sosial perlu mendapat kritisi dari penggunanya. "Kemunculan konten hoaks atau mengandung unsur kebohongan sering terdapat di medsos, kita harus cermat dan  memfilter konten konten tersebut," ujarnya saat jadi pembicara pada acara doa bersama dan Diskusi Publik dengan tema, Prilaku Warganet di Medsos pada Pilkada Sumsel 2018, digelar oleh Redaksi Fornews bertempat di Rumah Tamu Cafe dan Resto Palembang, Sabtu  (24/2/2018).

Beni mengatakan dunia sekarang bukan dunia nyata saja, namun dunia maya, fenomena yang terjadi tidak bisa ditolak, namun ada manfaatnya, contohnya saja jika seorang pemimpin daerah/politik kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat sekarang lebih mudah bekomunikasi langsung dengan masyarakat.

"Marilah kita mendidik warganet agar berprilaku tidak menyebarkan hoaks dan isu negatif, jadi internet harus bermanfaat bagian dari perwujudan kesejahteraan. Karena tidak semua isu yang disebarkan itu benar, netizen harus kritis tapi tidak mengkritisi, kami Pemkab Muba inginkan memproteksi agar warga Muba dapat berinternet dengan baik, "pesannya.

Selain Plt Bupati Muba, pada acara tersebut turut diundangan sebagai pembicara yaitu,Pimred Tribun Sumsel, Wenni Ramdiastuti, tokoh pemuda Sumsel, Aknan Hasullah SSy, pemerhati Medsos, Rasyid Irfandi dan Toko Muda Wanita Sumsel, Ramdani. Serta dihadiri Forum Jurnalis Parlemen, Asosiasi Media Cyber Indonesia, Pimpinan Redaksi Fornews, Sidratul Muntaha Dengan moderator diakusi di pandu oleh, DR Arif Ardiansyah.

Sementara itu, Pimred Tribun Sumsel, Wenni Ramdiastuti mengatakan, netizen dengan pemahaman literasi digital cukup benar tidak akan mudah membagi atau meneruskan pesan tanpa memeriksa terlebih dahulu sumber berita tersebut. Sebelum membagi dengan orang lain, seseorang harus cek terlebih dahulu sumber informasi tersebut berasal. 

Itu sebabnya pengetahuan tentang literasi digital sangat diperlukan. Apabila seseorang tidak memahami cara membedakan berita palsu dan benar biasanya tidak akan melakukan cek sumber. Tanpa menyelidiki kebenarannya biasanya akan langsung menyebarkan tulisan tersebut.

"Jangan asal upload wahai para admin, netizen juga harus punya sikap skeptis, fakta empiris dan fakta opini harus tetap dikedepankan. Jangan menghasut dan memecah belah apalagi dalam suasana Pilkada ini", ujar Weny. (Ist)
Berita Terkait
Berita Lainnya