,
20 April 2018 | dibaca: 185 Kali
Debat Cabup Tidak Sesuai Harapan Masyarakat Lotim
noeh21
Skandal Lotim NTB: 

Debat Publik yang digelar KPUD Lotim Rabu,  tanggal 18 April 2018 tidak sesuai dengan harapan publik atau masyarakat Lotim.

Alasannya,  moderator  yang ditunjuk oleh pihak penyelenggara dalam hal ini  KPU Lotim  dinilai tidak Independen terhadap salah satu  paslon Kandidat Cabup dan Cawabup Lotim



Roma Hidayat yang  ditunjuk sebagai moderator dalam debat publik tersebut dari kalangan praktisi LSM itu terindikasi menjadi  pendukung salah satu paslon Cabup dan Cawabup Lotim.

Hal tersebut diungkap oleh Lalu Saparuddin Aldi  yang kerap di sapa Mik Apeng  Ketua Jaringan Aktivis Peduli Daerah  (JAPDA) Lotim.

Menurut dia, KPU Lotim belum siap melaksanakan debat publik karena tidak sesuai dengan harapan masyarakat Lotim. Lagipuls suasana ruangan tidak nyaman atau steril,   moderator tidak layak karna dari praktisi LSM seharus pihak KPU Lotim menyiapkan  panelis yang berkompeten  di bidangnya dari kalangan akademis.

Dia juga menilai KPU Lotim harus  mencari Even Organizer  (EO) yang kompeten sebagai pelaksana tekhnis kegiatan, atau pihak ke tiga  yang ditunjuk selaku pelaksana tekhnis  debat publik tersebut. a

"Artinya KPU Lotim tidak boleh lepas tanggung jawabnya begitu saja karna KPU Lotim lah  sebagai penyelenggara maka pihaknya harus bertanggung jawab secara utuh," paparnya.

Selain itu, KPU Lotim juga  menyiapkan  panelis yang kompeten atau ahli  di bidangnya bukan memakai moderator yang tidak kompeten. Roma Hidayat di nilai tidak kompeten  dan independen sebagai moderator dalam debat publik tersebut.

Roma Hidayat pada saat melakukan pertanyaan memakai amplop dan sering melakukan kesalahan dan  mengulang ulang pertanyaan terhadap salah satu paslon Cabup sehingga timbul berbagai macam kecurigaan oleh masyarakat yang menyaksikan debat publik sehingga banyak instrumen penilaian terhadapnya dan pertanyaannya juga tidak secara langsung kepada substansi atau indikatornya yang di lontarkan kepada paslon Cabup dan Roma sendiri sering sekali salah menyebut nama salah satu paslon dan hal  tersebut di nilai melecehkan paslon secara privasi.

"KPU Lotim juga di minta lebih Fokus  dan Konsentrasi terhadap proses dan tahapan Pilkada di  Lotim dan jangan pernah lagi KPU Lotim  mengadakan debat publik untuk berikutnya karna di nilai hanya untuk  menghambur hamburkan angaran " tutur Mik Apeng.

Menurut Prof.Galang Asmara, Dekan Fakultas Hukum UNRAM  menyatakan  seorang moderator harus bersikap netral dan tidak boleh memihak kesiapa siapa atau salah satu paslon  oleh karna itu moderator itu adalah moderat dan harus punya kompeten atau ahli di bidangnya, jelasnya(@mien)
Berita Terkait
Berita Lainnya