,
23 Maret 2020 | dibaca: 232 Kali
Bupati Malra Minta Kepolisian Tindak Penyebar Hoaks Covid 19
noeh21


Malra, Skandal

Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun meminta pihak penegak hukum dapat mengambil langkah tegas kepada para penyebar informasi hoaks tentang virus corono (covid 19) di daerah tersebut.

"Kepolisian kami minta untuk dapat mengambil langkah tegas bagi penyebar hoaks covid 19", ungkap Thaher ketika memberi keterangan pers kepada awak media bertempat di RSUD Karel Sadsuitubun Malra yang dihadiri oleh Kapolres Malra Alfaris Pattiwael, Dandim 1503 Tual, Ketua Gugus Tugas Covid 19 Mokhtar Ingratubun, Kadis Kesehatan Malra dr Katrinje Notanubun, dan Direktur RSUD Karel Sadsuitubun, senin.

Permintaan Bupati ini menanggapi informasi yang tidak benar yang beredar melalui transaksi elektronik (medsos) yang menyebutkan ada warga di wilayah Malra yang baru datang dari luar daerah terjangkit Covid 19, mengakibatkan keresahan ditengah-tengah masyarakat.

Thaher menjelaskan, gugus tugas terkait covid 19 telah kita bentuk yang melibatkan BPBD, Dinkes, Rumah Sakit, dan Puskesmas, serta adanya 11 posko, sehingga segala bentuk informasi yang benar dapat dikonfirmasi oleh semua pihak.

Oleh karena itu, masyarakat tidak mengeluarkan informasi yang tidak benar melalui medsos yang memvonis sesorang terkait covid 19 atau menyebar isu dan menciptakan polemik.
 
"Saya mohon, Kapolres maupun Dandim dapat menghimbau masyarakat untuk dapat memanggil, di beri peringatan ataupun ditindak sesuai hukum yang berlaku", tandas Thaher.

Thaher menambahkan, jika ada warga yang ada ditengah-tengah masyarakat dicurigai, maka ada protap yang akan dijalankan oleh pihak gugus tugas untuk menindaklanjutinya.

Sementara itu, Kapolres Malra Alfaris Pattiwael dikesempatan yang sama menyampaikan, terkait informasi yang tidak benar disebarkan melalui medsos, ada UU-nya sehingga akan kita lakukan tindakan hukum.

"Kita semua harus berhati-hati untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, informasi itu harus benar-benar benar dan dari sumber yang resmi", terang Alfaris.

Lanjutnya, wabah Covid 19 sudah menjadi masalah global, jadi jangan kita menyebarkan informasi yang tidak benar melalui medsos dan memvonis seseorang terkait dengan covid 19.

"Kita hargai hak asasi manusia, sehingga kita menjamin informasi publik ini betul-betul dikeluarkan dengan benar, jangan sampai ada pihak terentu yang sengaja membuat kekisruhan", ujar Alfaris.

Selain itu, dalam menghadapi penyebaran covid 19 ini sendiri, Kepolisian dibantu TNI akan tetap menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat, tutup Alfaris.

Usai memberi keterangan kepada awak media, Bupati bersama Kapolres Malra dan Dandim menyempatkan diri memberikan sejumlah masker kepada warga maupun awak media yang berada di RSUD Karel.
Berita Terkait
Berita Lainnya