Tutup Menu

Kunawi: PWO Pati Tidak Terima Wartawan Asal-Asalan

Sabtu, 15 Januari 2022 | Dilihat: 137 Kali
Lesehan sambil diskusi (foto istimewa)
    
Penulis: Ajipati gunawan
Editor  : H. Sinano Esha

Pati –Tabloidskandal.com ll Dari banyak pilihan, satu lokasi di pinggir sawah yang dianggap cocok untuk dijadikan tempat ngopi sambil diskusi. Rumah makan sederhana pilihan kelompok jurnalis yang tergabung di perkumpulan wartawan online (PWO) Independen Nusantara itu terletak di Desa Sidokerto, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Udara sejuk, dengan suasana Resto nyaman untuk lesehan.

Selama dua hari belakangan ini, Kamis dan Jumat (13 dan 14/1/2022) wartawan anggota PWO Independen Nusantara menyempatkan diri menyambangi Resto yang dilengkapi pemancingan ikan untuk diskusi jelang pelantikan PWO Pati di Magelang. Yakni, tanggal 20/1/2022, bersama PWO sembilan kabupaten/kota. Penantian pengukuhan formal yang cukup panjang, sejak organisasi PWO Pati hadir di Bumi Mina Tani pada 2018.

Pada kesempatan diskusi, Ketua PWO Pati Kunawi mengajak seluruh insan pers online di Bumi Mina Tani untuk bersatu melawan berita hoaks (palsu), dan mampu mencerdaskan masyarakat melalui karya jurnalistik.

Kunawi juga mengingatkan kepada jajaran pengurusnya agar tidak mudah merekrut wartawan asal asalan ke dalam tubuh PWO Pati. "Kita harus selektif menerima wartawan. PWO Pati hanya menerima jurnalis yang sering menulis, dan membuat karya jurnalis. Dengan begitu masyarakat mengetahui dan paham, bahwa PWO adalah organisasi wartawan online," kata Kunawi.

Pria pemilik Kebun kopi  itu menambahkan, sekarang ini untuk menjadi wartawan online begitu mudahnya.  Seperti membalikan telapak tangan. Yang berpendidikan rendah pun, kini banyak mengantongi kartu pers. Yang tak paham etika dan sopan satun pun, dengan bangganya menjadi jurnalis. Dan cilakanya, profesi ini menjadi ajang pencarian duit para oknum.


“Melihat kenyataan seperti itu, kita wajib selektif menerima calon anggota, dan harus menunjukan bahwa PWO Pati dikelola oleh orang-orang yang profesional dibidang kewartawanan," papar lelaki asal Tlogowungu dan selalu berpenampilan selalu rapih.

Hal senada dikatakan Mujiarto dan Agus setya, Sekretaris dan Bendahara PWO Pati. Agus berharap, organisasinya yang sudah cukup dikenal masyarakat dan instansi pemerintah, ke depan memberikan pendidikan yang bermanfaat. Sedangkan Mujiarto, yang akrab dipanggil Totok, mewacanakan program organisasi bersosialisasi dengan instansi pemerintah.


Sementara Ketua Dewan Penasehat dan Pembina PWO Pati, Ajipati gunawan, mendorong langkah-langkah yang positif dan baik agar organisasinya mendapat tempat di hati masyarakat.  

Di antaranya, lanjut dia, selalu siap mengapresiasi keinginan dan keluhan masyarakat, seperti yang disampaikan salah satu kepala desa di Pati yang ingin adanya pendidikan jurnalistik, serta minta saran bagaimana caranya menghadapi oknum wartawan nakal.


 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com