,
19 Desember 2017 | dibaca: 118 Kali
Tim Relawan Saber Pungli Jateng Audiensi ke Kajati Pati
noeh21
 
PATI – SKANDAL
Tim Relawan Saber Pungli Pati, Jawa Tengah yang diawaki oleh Riata SH dan Ajie Gunawan melakukan audiensi dengan Kajari Pati, Kusnin SH.

Dalam pertemuan tersebut, Kusnin mengajak Tim Relawan untuk berpartisipasi bersama Kejaksaan dalam  penegakan hukum, khususnya pemberantasan pungli.
“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan rekan-rekan kantor kami,” ujar Kusnin.

Dia juga mengatakan Kejaksaan terbuka menerima pengaduan masyarakat terkait pungli dan korupsi. “Pokoknya kita tindak lanjuti,” tegas mantan Kajari Grobogan ini pada Tim Relawan.

Dalam audiensi tersebut, Tim Relawan juga menyampaikan pelbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
Munaji dari Margorejo menanyakan keterkaitan bantuan dana desa dari seluruh anggaran yang di monopoli kepala desa.

”Kami berharap  Pak Kajari  bisa turun langsung ke  ke desa – desa untuk Kroscek tentang pembangunan dana desa tersebut,” tuturnya. Ia menyebut alasannya  selama ini kurang pengawasan.

Bahkan terjadi antara oknum kepala desa, media dan oknum LSM. Mereka  “bermain mata” terkait pembangunan proyek bantuan dana desa. Jelas  ini menunjukkan lemahnya pengawasan,” papar  Munaji.

Sukardi LSM GEMASH ( Gerakan Masyarakat Sadar Hukum ) menilai terjadinya pungli maupun, karena tindakan penegak hukum belum bisa dirasakan oleh masyarakat,  terutama dari nilai sisi keadilan.  “Masyarakat yang dirugikan dan banyak korban,” tandasnya.

Sekadar contoh, Sukardi kembali menyebut bantuan dana desa patut diduga disimpan oleh para oknum kepala desa. “Mestinya penegak hukum melakukan koordinasi dengan lembaga masyarakat jika mau menegakkan hukum. Kami siap memberikan informasi bahkan melaporkan,” tukasnya.

Sunardi dari tokoh masyarakat Gambiran meminta Kajari Pati melakukan penyelidikan terkait perijinan di sejumlah Pasar Swalayan. Sebab, yaitu perijinan tersebut diduga ada pungli dari pihak yang punya kewenangan di setiap kabupaten dan kecamatan.

Rianta SH mengajak untuk membangun jaringan investigasi dengan sistem intelejen terputus, guna mencari dan menghimpun berbagai informasi yang berkaitan dengan pelanggaran hukum, “Khususnya pungli dan korupsi. Paling utama peran masyarakat sangat penting,” tandasn Rianta. (Tim)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya