,
10 April 2018 | dibaca: 23 Kali
Tanah Seluas 5273 m2 Milik Masim bin Biling
noeh21


Jakarta Skandal

Tanah seluas kurang lebih 5273 meter yang berada  di jalan Pandan Wangi Kav. Sari Indah Rt.0012/09 Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas Kota Administrasi Jakarta Timur benar benar milik Masim Bin Biling 
sebagian sudah di oper alih 
kepada pihak Efan Saputra (almarhum) pemilik Kavling Sari Indah Residence begitulah di jelaskan Budi Wahyudin selaku Ketua Tim Investigasi AWDI Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonenesi dengan jelas di Jakarta 9/04/2018 .

"Berdasarkan hasil Tim Investigasi AWDI dan wartawan telah di temukannya Akta Perjanjian 
Jual Beli dengan Nomor : 01126/SPJL/VI/2008 Tertanggal 12 Juni 2008, berikut tanda penerimaan uang di atas kwitansi serta bubuhi materai . 

"Selanjutnya nyatanya sebagian  tanah seluas 3122 meter tersebut dalam dokumen sudah di oper alihkan oleh pihak Almarhum Efan Saputra sebagai pemilik Kav. Sari Indah Residence

"Dan faktaya untuk menguatkan legalitas milik tanah Masim Bin Biling di perkuat dengan bukti ,17 orang KK  telah menempati lahan tersebut , yang sebelumnya belum sempat di lengkapi  administrasinya 
pihak pemilik Sari Indah Residence Efan Saputra meninggal dunia. 

Secara aturan pewarisan otomatis jatuh kepada ahli waris yakni  Anak (Almarhum)  Sofyan Saputra .
Upaya untuk mengembalikan  haknya, Sofyan di dampingi oleh Pihak Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) 
"Kemudian Budi  Wahyudin tegaskan untuk kekuatan kepemilika tanah tersebut  juga di dukung  adanya  pihak 17 Kepala Keluarga yang sudah hampir sembilan puluh persen yang  notabenenya telah membangun rumah  permanen dan semi permanen yang sejak 8 tahun silam yang jelas mereka  menetap dilokasi kav. Sari Indah tersebut. 
"Untuk RIWAYAT TANAH MASIM.            Bahwa berdasarkan penelusuran kepemilikan tanah yang di lakukan oleh tim AWDI, Asal muasal tanah Masim Bin Biling tersebut telah terdapat jual beli Mutlak diatas segel tertanggal 12 Juni tahun 1960 yang mana Masim bin Biling telah membeli tanah tersebut dari Tjikih bin Seran ini jelas  tercatat dalam Girik PHB C Nomor 34 Persil 6b SIII dan terdaftar dalam buku induk Leter C Kelurahan, dan selanjutnya Girik PHB 34 tersebut telah Beralih ke Girik C 453 Persil 6b SIII Desa Kelapa Dua Wetan, dahulu Kec.Pasar Rebo. 

Hal tersebut juga kemudian di perkuat  oleh Leter C dan Keterangan Riwayat Tanah Oleh Kepala Kantor Agraria Jakarta Timur dengan No.1245/X/II/1977 , Ujar budi wahyudin 
dengan jelas 

"Jelasnya status tanah tersebut tidak dalam sengketa kepada pihak pihak lain, dan kalaupun ada maka tidak termasuk pada tanah yang telah di operalihkan kepada pihak Efan Saputra (Kav. Sari Indah Residence) yang saat  jelas telah dihuni 
oleh 17 Kepala keluarga selaku pemilik yang sah dari dari Hasil pembelian tersebut 

"Oper alih kredit yg sudah menetap selama 8 tahun di lokasi tanah Milik Masim yang telah di operalihkan tersebut. 
17 KEPALA KELUARGA Adalah  Penghuni Tanah dan ini telah berkekutan hukum  Dan Bangunanya  SAH sesuai hukum agraria .

Dan tidak dapat di ganggu gugat atas kepemilikanya baik tanah nya begitu juga bangunanya  

Baik  lunas maupun yang masih membayar secara kredit kepada pihak Efan Saputra Almarhum (Sari Indah Residence) Karena pihak Masim telah melepaskan haknya kepada pihak Efan Saputra yang telah dibuktikan dengan Surat Perjanjian Jual Beli. 
"Untuk di ketahui tidak ada lagi pihak yang berhak melakukan pengkelaman baik dari  intansi kelurahan begitu dari kecamatan jelasnya  Pejabat Pajak PBB maupun instansi lainnya. 

Jadi pihak yang mempersulit dalam  hal pengurusan administrasi atas 17 kepala keluarga yang akan  meningkatkan Haknya atas tanah yang ditempatinya di mohon kepada  pejabat serta instansi terkait di harabkan dapat memberikan kemudaha terhadap permasalahan ini, agar hal yang menjadi penghalang dapat  terselesaikan dengan tuntas," ungkapnya 
"Tim Investigasi dan Mediai AWDI Asosiasi Wartawan Demokrasi  Indonesia : 
(Budi Wahyudin)
Berita Terkait
Berita Lainnya