,
14 Maret 2018 | dibaca: 46 Kali
Sukses Replanting Kelapa Sawit, Muba Lanjutkan kr Kelapa Sawit
noeh21

Muba, Skandal

Setelah berhasil melakukan penanaman program peremajaan kelapa sawit dan jadi contoh bagi daerah-daerah lain, kini  Muba melounching program pertanian dan perkebunan yaitu peremajaan lahan karet rakyat seluas 2000 hektar.

Program yang dilaksanakan oleh para petani karet secara swadaya dan dibantu Pemerintah (Bibit) serta PT Pusri Palembang tersebut, diresmikan langsung Plt Bupati Muba Beni Hernedi bertempat di Desa Supat Timur, Kecamatan Babat Supat, Senin (13/03/2018).

Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa komoditas perkebunan rakyat di republik ini yang tidak produktif harus dilakukan peremajaan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Hari ini kita memulai peremajaan atau replanting karet tua/rusak milik rakyat Musi Banyuasin dengan cara yang lebih produktif dan kualitas tinggi didampingi dari PT Pusri Palembang dengan membuka klinik tani", tuturnya.

Dalam kesempatan itu Beni juga melaporkan  ia bersama tim Monev Kemenko perekonomian RI melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan peremajaan kelapa sawit di Kecamatan Sungai Lilin yang  Oktober lalu diresmikan oleh  Presiden. 

Batang sawit-sawit tua telah tumbang, lahan sudah bersih, ditanam bibit baru dan juga ditanam tumbang sari jagung seluas 500 hektar

"Alhamdulillah Muba sebagai pilot project peremajaan kelapa sawit telah berhasil dalam pelaksanaannya dan menjadi contoh ditingkat Nasional", Beni melaporkan.

Selain meremajakan kelapa sawit dan karet, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan membantu meningkatkan produksi, mutu dan harga dengan melakukan hilirisasi industri (produksi diMuba) sehingga para petani tidak diresahkan lagi isu harga naik-turun.

Sementara itu General Manager distribusi dan Pemasaran PT Pusri Palembang mengatakan dalam upaya mempermudah dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian PT Pusri Palembang melounching produk ritel berupa urea dan NPK non subsidi.

"Kami telah menyiapkan program klinik tani dan mantri tani untuk memberikan pelayanan terbaik dan profesional kepada petani melalui pembelajaran/edukasi dalam upaya meningkatkan produksi petani", jelasnya.

Dia juga mengimbau para petani untuk menerapkan teknik pemupukan berimbang, spesifikasi lokasi dan uji tanah dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Muba H Abusari Burhan SH MH, Dandim 0401 Muba, GM distribusi dan pemasaran PT Pusri Palembang, staf ahli Bupati, asisten II, kepala OPD dan para petani karet ke Kecamatan Babat Supat.
Berita Terkait
Berita Lainnya