Tutup Menu

Tragedi Di Perairan Oebubun, Perahu Mancing Tenggelam

Mantan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandus Menjadi Korban.

Jumat, 28 Maret 2025 | Dilihat: 677 Kali
    
Tabloid skandal.com - Timor Tengah Utara || Sebuah tragedi laut terjadi di perairan Oebubun, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, saat sebuah perahu mancing tenggelam akibat cuaca buruk. Insiden yang terjadi pada Rabu (26/03) malam ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia, termasuk mantan Bupati TTU dua periode, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt., sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian pada 27 Maret 2025.
 
Perahu Lampara yang ditumpangi delapan orang bertolak dari Pantai Wini pada Rabu sore pukul 15.30 WITA menuju titik pemancingan. Cuaca awalnya cerah, namun pada pukul 22.00 WITA, hujan deras dan angin kencang mulai melanda. Gelombang tinggi menghantam perahu, menyebabkan air masuk ke bagian mesin belakang.  
 
Pada 23.00 WITA, mesin perahu mati, membuatnya kehilangan daya dorong. Para penumpang mulai panik saat air semakin banyak masuk, hingga akhirnya perahu terbalik dan tenggelam. Delapan orang penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke daratan dalam kondisi gelap dan ombak yang besar.  
 
Tim SAR menerima informasi pada 00.50 WITA dan segera melakukan pencarian. Dua korban pertama ditemukan pada pukul 02.00 WITA, sementara mantan Bupati Raymundus Sau Fernandes ditemukan tak bernyawa pada 10.20 WITA. Hingga kini, dua orang lainnya, Mus Bani dan Boy Bani, masih dalam pencarian.  
 
Korban dalam Insiden Ini.
Korban Selamat: 
1. Irenius Opad (25) – Wiraswasta  
2. Kasmir Koa (38) – Petani  
3. Melianus Yori Betay (18) – Pelajar SMKN Wini  
 
Korban Meninggal Dunia.
1. Raymundus Sau Fernandes, S.Pt. (53) – Mantan Bupati TTU  
2. Adrianus Viktor Mado (54) – Wiraswasta  
3. Andreas Mado (11) – Pelajar SD  
 
Korban yang Masih dalam Pencarian: 
1. Mus Bani 
2. Boy Bani 
 
Menurut Irenius Opad, sebelum perahu tenggelam, air sudah masuk ke dalam lambung perahu dan mereka sempat berusaha mengurasnya. Namun, angin kencang membuat perahu semakin oleng hingga akhirnya tak bisa diselamatkan.  
 
Hal serupa disampaikan oleh Kasmir Koa, yang mengatakan bahwa mereka sudah memutuskan untuk kembali ke Wini sebelum insiden terjadi. Sementara Melianus Yori Betay, yang saat itu mengemudikan perahu, menuturkan bahwa air masuk melalui bagian belakang, membuat perahu semakin berat hingga tenggelam.  
 
Tim gabungan dari SAR Kupang, Unit Siaga SAR Atambua, BPBD TTU, Polsek Wini, Koramil 1618-03 Wini, dan masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan. Pencarian melibatkan perahu karet, peralatan SAR laut, dan kapal patroli polisi.  
 
Kepergian Raymundus Sau Fernandes membawa duka mendalam bagi masyarakat TTU. Sebagai mantan Bupati yang pernah memimpin daerah selama dua periode (2010–2021), sosoknya dikenal dekat dengan rakyat. Jenazahnya telah dievakuasi ke RSUD Kefamenanu dan akan disemayamkan di rumah duka di KM 05 Tubuhue.  
 
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya memperhatikan faktor cuaca sebelum melaut. Masyarakat dan nelayan diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi ekstrem yang dapat membahayakan nyawa.  
 
Tim penyelamat terus berupaya menemukan korban yang masih hilang, sementara keluarga korban yang berduka berharap agar proses pencarian segera membuahkan hasil.
 
Reporter : Hendriki meko
 
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com