,
26 November 2017 | dibaca: 141 Kali
Demi Kocek, Di Sunter Dishubtrans Legalkan Parkir
noeh21
Andri Yansah
                             
 Jakarta Skandal.       

Kawasan sekitar pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, makin semraut dan macet akibat lahan  parkir yang dilegalkan oleh Theodor Sianturi, Kepala  Unit Pengelola Parkir Dinas Perhubungan dan Transportasi ( Dishubtrans) DKI Jakarta.   
   

Theodor Sianturi

Sebelumnya kawasan di luar pagar halaman dan pintu gerbang Pasar Sunter ini ditertibkan dari para pedagang liar dalam rangka menyongsong Adipura.

Tapi, setelah lahan rapi dan bebas K5, pihak Dishubtrans DKI malah melegalkannya untuk parkir umum, dengan cara memasang tiga rambu lalu lintas berlambang P warna biru yang artinya boleh parkir          

Tindakan Theodor ini dituding memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, sekaligus tidak menghargai jajaran Pemda Jakarta Utara (Jakut) yang telah bersusah payah menertibatkan.

"Yang lebih parah,  jika dulu K5 yang bikin kumuh, sekarang malah parkir yang bikin semraut karena dilegalkan, " ungkap seorang
Tanda parkir itu semula merah, tapi diganti jadi warna merah, sekarang biru

warga di kawasan Sunter.


Padahal, di dalan halaman Pasar Sunter sendiri, lahan parkir tersedia cukup luas. "Kok, tidak di situ saja," tambah warga itu mangkel, seraya meminta Gubernur Anies dapat menertibkan kawasan itu seperti semula.

"Jangan hanya untung doang, tapi merugikan masyarakat pengguna jalan," tambah warga lain mengkritik Dishubtrans DKI Jakarta.

Saat ini, Theodor membuatkan tanda pengenal resmi kepada para jukir yang ditugaskan ngutip duit di kawasan tersebut. 
     
Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansah yang dihubungi jurnalis Ikatan Media Online (IMO) terkejut dikonfirmasi masalah ini. Dia berterima kasih atas informasi ini. "Saya akan cek ke lapangan. Dasarnya apa dilegalkan untuk parkir ?" tandasnya. ( Oji)
Berita Terkait
Berita Lainnya