,
20 April 2018 | dibaca: 28 Kali
Bank Indonesia Sekarang Lebih Independen
noeh21

Saleman, Skandal

Selama 25 tahun berprofesi sebagai wartawan,Agung. P .Vazza menilai, Bank Indonesia sekarang lebih independen setelah  berdiri sendiri sebagai instansi yang terpisah dari pemerintahan. 

"Jaman  Saya sejak orde baru dibandingkan sekarang, Bank Indonesia (BI) lebih independen. BI tidak berada di bawah pemerintahan.Sebelumnya BI belum independen.Sebelum tahun 1999, BI suaranya pemerintah. Kalau mau bicara apa, pemerintah dulu yang berbicara. Dan,waktu kita peliputan , Saya agak sulit  dapat konfirmasi ke BI,mengenai pemerintah. Ya wajar, karena dia bagian dari pemerintah. Tapi setelah reformasi, setelah tahun 1999 ,menjadi badan independen, BI jauh lebih baik,"ungkap Agung Vassa kepada para awak media, peserta pelatihan jurnalistik bagi wartawan ekonomi, Jumat (20/04/2018),di Ora Beach Resort, kawasan desa Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat , Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku. 

para peserta pelatihan

Diakui oleh Redaktur  Senior  Replubika ini , BI tidak satu struktur dengan pemerintah , tapi BI sifatnya koordinasi dengan pemerintahan. Sedangkan sama media, jauh lebih mudah menerima informasi dan konfirmasi, karena ada  departemen komunikasi. 

"BI ke pemerintah, sifatnya koordinasi untuk mensupport kebijakan pemerintah. Menurut Saya, BI yang independen perlu terus   dipertahankan. Karena dia (BI-red) tidak bisa diganggu, dengan misalnya urusan politik karena urusannya murni mikro dan makro ekonomi.

Selain  itu sambungnya , sistem pembayaran lebih baik, pemerintah akan lebih tersupport. Pemerintah mau buat kebijakan apapun  tergantung  sistem pembayaran dan sekarang jauh lebih baik. 

"Selama Saya jadi wartawan selama 25 tahun, kondisi sekaranglah yang lebih bagus,"pujinya. 

Diketahui, Agung Vazza menyajikan materi tentang "Strategi penulisan berita ekonomi dan keuangan ".

Adapun narasumber lainnya yakni, Andy Setyo Biwado yang menjabat Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi pada BI Perwakilan Maluku. Biwado membawakan materi tentang Apa itu inflasi dan penyebabnya serta cara menjaga kestabilan harga agar inflasi alami penurunan serta mengenai Kebanksentralan. 

Juga, Hujianto, selaku Kepala Pengawasan Sistem  Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif ,menerangkan materi terkait "Sistem pembayaran dan ciri-ciri keaslian uang rupiah ".

Ada pula,materi mengenai UMKM binaan BI Perwakilan Maluku, yang dipaparkan oleh Syafiqar Nabil  yang menjabat Asisten  Manager Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM pada kantor BI Maluku.

Diketahui pula, pelaksanaan pelatihan jurnalistik oleh BI Maluku tahun ini, terselenggara selama empat hari, sejak tanggal 18-21 April 2018. (Yulin)l
Berita Terkait
Berita Lainnya